Tugas Softskill – 3

Nama :

– Olo Marejahan Malau     (55411467)
– Julio Steaven Silalahi     (53411881)
–  Ridwan Gusep Darwawi (56411154)

RSS

RSS adalah sebuah file berformat XML untuk sindikasi yang telah digunakan (di antaranya dan kebanyakan) situs web berita dan weblog. Singkatan ini biasanya mengarah ke beberapa

  • Rich Site Summary (RSS 0.91)
  • RDF Site Summary (RSS 0.9 and 1.0)
  • Really Simple Syndication (RSS 2.0)

Teknologi yang dibangun dengan RSS mengizinkan kita untuk berlangganan kepada situs web yang menyediakan umpan web (feed) RSS, biasanya situs web yang isinya selalu diganti secara reguler. Untuk memanfaatkan teknologi ini kita membutuhkan layanan pengumpul. Pengumpul bisa dibayangkan sebagai kotak surat pribadi. Kita kemudian dapat mendaftar ke situs yang ingin kita tahu perubahannya. Namun, berbeda dengan langganan koran atau majalah, untuk berlangganan RSS tidak diperlukan biaya, gratis. Tapi, kita biasanya hanya mendapatkan satu baris atau sebuah pengantar dari isi situs berikut alamat terkait untuk membaca isi lengkap artikelnya.

Penggunaan

RSS digunakan secara luas oleh komunitas weblog untuk menyebar ringkasan tulisan terbaru di jurnal, kadang-kadang juga menyertakan artikel lengkap dan bahkan gambar dan suara. Sekitar 2000, penggunaan RSS meluas di berbagai penerbitan berita, termasuk Reuters, CNN, dan BBC. RSS digunakan pada hampir semua situs berita atau weblog, dengan berbagai tujuan termasuk: pemasaran, press release, laporan reguler produk, atau aktivitas lain yang membutuhkan pemberitahuan periodik dan tentunya publikasi.

Sebuah program komputer yang dikenal sebagai pembaca umpan (feed reader) bertindak sebagai pengumpul. Program ini mengecek situs yang menyediakan RSS dan menampilkan berbagai artikel baru yang ditemukan. Tenggang waktu dan siklus pengumpulan RSS biasanya dapat diatur oleh penggunanya. Program pengumpul dapat berupa program komputer atau sebuah layanan web yang tersedia online.

Program pengumpul RSS di komputer biasanya berupa aplikasi (software) sendiri yang harus dipasang di komputer sebelum dapat digunakan. Program ini tersedia untuk berbagai jenis sistem operasi dengan harga bervariasi. Ada juga program pengumpul RSS yang gratis. Lihat Daftar pengumpul RSS.

Program pengumpul di web tidak memerlukan pemasangan dan pengaturan, kita dapat melihat dan mengecek RSS kita di mana saja, asal ada browser dan koneksi internet. Beberapa layanan pengumpul RSS juga menyediakan penggabungan dan juga pencarian.

Sebuah web yang menyediakan umpan RSS biasanya ada link (tautan) dengan sebuah tombol bertuliskan XML () atau RSS (). Namun disarankan menggunakan RSS daripada XML agar tidak membuat kerancuan (sebab setiap RSS adalah XML, tapi tidak tiap XML itu RSS).

Seperti ditulis di atas, ada beberapa versi RSS, dan bahkan ada kelompok membuat format baru Atom yang juga telah diadopsi oleh banyak situs. Tapi pemakai RSS tidak perlu bingung, para pembuat program pengumpul sindikasi biasanya bisa mengenali kedua format tersebut, bahkan masih menyediakan pembaca untuk format yang lama.

Di Indonesia website yang memakai RSS seperti:

IPTV

Regulasi IPTV di Indonesia

IPTV merupakan salah satu produk dari perkembangan teknologi yang sudah semakin konvergen. IPTV merupakan kombinasi dari penyiaran, telekomunikasi dan internet sehingga IPTV memiliki beberapa fasilitas yang merupakan keunggulan teknologi tersebut. ITU-T sebagai badan standarisasi internasional telah mengeluarkan beberapa rekomendasi terkait layanan IPTV, rekomendasi-rekomendasi tersebut dapat dijadikan sebagai masukan bagi pemerintah dalam mengatur layanan IPTV di Indonesia. Seperangkat regulasi harus diberlakukan oleh pemerintah untuk mengatur layanan IPTV agar Indonesia dapat menikmati manfaat dari perkembangan teknologi ini. Regulasi IPTV yang saat ini berlaku adalah Peraturan Menteri 11/PER/M.KOMINFO/07/2010, peraturan ini sudah mengatur hal-hal yang berkaitan dengan definisi IPTV, media IPTV, penyelenggara IPTV, ruang lingkup layanan IPTV, jaringan, sistem perangkat, konten, pengamanan, perlindungan, cara menjadi penyelenggaraan layanan IPTV dan sanksi-sanksi. Regulasi yang sudah ada akan terus diperbaharui dan dikoreksi agar regulasi IPTV yang berlaku di Indonesia dapat selalu mengakomodir berbagai kepentingan pada industri IPTV. Tidak cukup hanya mengeluarkan peraturan saja, konsistensi dan komitmen dari regulator, para pelaku usaha IPTV dan masyarakat terhadap peraturan tersebut sangat dibutuhkan. 

Definisi dan Fasiltas Unggulan IPTV

ITU-T mendefinisikan IPTV sebagai layanan multimedia seperti televisi/video/audio/teks/gambar/data yang disalurkan melalui jaringan berbasis IP yang mampu memenuhi tingkat kualitas layanan, keamanan, keinteraktifan dan kehandalan.

Gambar 3. Konsep dan Pemeran IPTV. Sumber: ITU-T IPTV Global Technical Workshop.

Gambar 3 menunjukkan blok-blok pemeran yang ada di dalam IPTV secara sederhana. Penyedia konten merupakan pemilik dari konten yang akan dinikmasti oleh pelanggan IPTV, konten yang dikirimkan dapat berupa data, rekaman atau siaran langsung. Penyedia jasa adalah penyelenggara layanan IPTV yang mencerna dan melindungi konten dari IPTV. Penyedia Jaringan adalah perusahaan yang melakukan pengiriman konten dari Penyedia Layanan kepada pelanggan. Konsumen IPTV adalah pelanggan dari IPTV yang memilih dan mengkonsumsi konten yang sudah dipilih, pelanggan ini kemudian akan membayar tagihan yang akan dibayarkan kepara para penyedia layanan. Setiap blok pemeran IPTV yang telah dipaparkan di atas  tidak selalu berada pada perusahaan yang berbeda, sebagai contoh penyedia layanan dan penyedia jaringan pada IPTV dari PT. Telkom berada pada perusahaan yang sama, tidak terpisah.

Fasilitas-fasilitas yang merupakan kelebihan IPTV antara lain adalah:

1. TV dengan perekam video pribadi lokal atau Local PVR (Personal Video Recorder).\

Layanan IPTV memungkinkan pelanggan untuk dapat menonton siaran televisi dengan kualitas gambar dan suara yang sangat baik karena IPTV dapat megirimkan gambar hingga kualitas berdefinisi tinggi asalkan didukung oleh jaringan dan perangkat yang dimiliki oleh pelanggan. Tidak hanya gambar yang jernih, fasilitas PVR memungkinkan bagi pelanggan untuk merekam, mem-pause, mem-fastforward, men-slowmotion siaran televisi yang sudah dibeli.

2. Content on Demand

Layanan IPTV memungkinkan bagi pelanggan untuk memilih konten tertentu yang ingin dia nikmati. Konten yang dapat dipilih pada umumnya berupa film-film Hollywood, film-film festival, musik, serial televisi dan lain-lain. Pelanggan tidak perlu menunggu jam tayang untuk menikmati konten-konten ini.

3. Pre-Delivered Content on Demand

Konten yang dikirimkan oleh penyedia layanan IPTV dapat disimpan terlebih dahulu ke dalam media penyimpanan pada jaringan milik pelanggan untuk dikemudian hari dapat dinikmati oleh pelanggan. Pelanggan dapat mem-pause, mem-fastforward, men-slowmotion konten tersebut.

4. Hibrid: Pengiriman Online dan Off-air

Berbagai fasilitas yang telah dipaparkan di atas, dapat digunakan oleh penyedia layanan untuk meraih keuntungan semaksimal mungkin. IPTV memang bukan TV biasa dan bukan pula TV kabel, olehkarena itu kebijakan yang dikeluarkan pemerintah harus tepat agar iklim usaha IPTV dapat berkembang dang menguntungkan seluruh komponen telekomunikasi yaitu operator, masyarakat dan regulator itu sendiri. Pelanggan IPTV dapat menikmati konten yang bersifat online dan off-air. Sistem pengiriman konten pada IPTV dapat mengakomodasi hal tersebut.

Jakarta – PT Telkom meluncurkan IPTV (Internet Protocol Television) pertama di Indonesia bernama Groovia TV.
“Groovia TV ini adalah TV berbayar via internet merupakan produk terbaru Telkom yang berbeda dengan TV berbayar lainnya karena dapat interaktif,” kata Dirut PT Telkom Rinaldi Firmansyah, saat peluncuran yang didampingi Dirut Telkom Vision Elvizar KH dan Direktur Konsumer Telkom Nyoman G Wiryanata di Jakarta, Sabtu (4/6).

Groovia TV ini memiliki fitur yang memungkinkan pelanggan dapat merekam (record), pause, dan rewind tayangan TV Favoritnya.
Selain itu ada fasilitas video on demand (VoD), game on line bahkan karaoke.
“Jadi dengan TV berbayar via internet ini, pelanggan memegang kuasa. Tak hanya operator yang menentukan,” kata Rinaldi.
Groovia TV, lanjut Dirut Telkom itu, bukan sekadar konten televisi yang didistribusikan lewat internet, tetapi merupakan sinergi antara kemampuan interaktif internet dan web, dengan kekuatan media televisi.
Sebagai tahap awal, pemasaran Groovia TV dilakukan di Jakarta Selatan. “Kami melakukan ujicoba pelayanan dan kepuasan pasar di Jakarta Selatan dulu. Jika sudah bagus pelayanannya, maka akan dikembangkan ke bagian Jakarta lainnya, dan kota-kota besar lainnya di Indonesia.
“Jika di Hong Kong ujicobanya memakan waktu tiga tahun, di Malaysia dua tahun, kami perkirakan ujicobanya cukup satu tahun setelah studi banding di kedua negara tersebut,” kata Direktur Konsumer Nyoman.
Dana investasi yang diperkirakan menelan antara Rp50 miliar hingga Rp100 miliar ini diperuntukan membangun jaringan fiber optic agar mampu melayani akses broadband dengan kecepatan 6 Mbps (megabits per second) agar kualitas gambarnya bagus.
“Kami tidak main-main dengan kualitas karena targetnya satu juta pelanggan Groovia TV dalam waktu tiga tahun mendatang,” kata Nyoman.
Target pelanggan Groovia TV merupakan kelas menengah ke atas karena biaya langgananya yang paling murah paketnya Rp695.000 per bulan untuk 1 Mbps, Rp1.045.000 untuk 2 Mbps, dan Rp1.745.000 untuk 3 Mbps.
Tapi bagi pelanggan speedy 1 Mbps cukup menambah Rp50.000 sudah bisa mendapatkan pelayanan Groovia TV dan menikmati 40 channel TV Hiburan.
Pelanggan pertama Groovia TV adalah artis Bunga Citra Lestari yang langsung menerima boks Groovia TV dari Dirut PT Telkom Rinaldi Firmansyah. (SUMBER: inilah.com)

PODCAST

Siniar (bahasa Inggris: podcast) atau siaran web tan-alir (non-streaming webcast) adalah serangkaian berkas media digital (baik audio maupun video) yang diterbitkan sewaktu-waktu dan sering diunduh melalui penyalur-sedia web (web syndication). Kata ‘podcast’ menelantarkan istilah ‘webcast’ dalam bahasa sehari-hari, karena meningkatnya kegemaran iPod dan pasokan web (web feed).

Cara pengiriman siniar berbeda dengan cara-cara lain – seperti pengunduhan langsung atau penyiaran web beralir (web streaming) – untuk memperoleh berkas media melalui Internet. Daftar semua berkas audio atau video yang terkait dengan rentengan (series) tertentu itu dipelihara secara terpusat pada peladen pengedar (distributor’s server) sebagai pasokan web, dan para pendengar atau penonton menggunakan pengunduh siniar (podcatcher) untuk mendapatkan pasokan web, memeriksa pemutakhiran baru, dan mengunduh berkas baru dalam rentengan tersebut. Cara-cara itu dapat diatur untuk berjalan sendiri sehingga berkas baru dapat diunduh dengan sendirinya. Berkas tersebut disimpan secara setempat pada komputer pengguna atau peranti lain siap untuk pemakaian luring: guna memberikan capaian-masuk (access) yang mudah dan nyaman bagi isi kandungan yang diterbitkan sekali-sekala. Jenis berkas audio yang umum digunakan siniar mencakup Ogg Vorbis dan MP3.

Para terpelajar tinggi di Community, Journalism & Communication Research Group (Kelompok Peneliti Masyarakat, Kewartawanan & Perhubungan) dari ‘Universitas Texas di Austin’ (University of Texas at Austin), Amerika Serikat sedang mengajukan batasan arti empat bagian untuk siniar: siniar adalah berkas audio atau video bergana yang diterbitkan sekali-sekala; dapat diunduh; dijalankan oleh program, terutama dengan induk (host) dan/atau tema; mudah dipakai, biasanya dapat diperoleh lewat umpan otomatis dari perangkat lunak komputer.

Asal usul istilah

Istilah “podcasting” pertama kali muncul dalam sebuah karangan artikel oleh Ben Hammersley di surat kabar The Guardian pada Februari 2004, bersama dengan istilah lain yang diusulkan untuk menamakan teknologi baru ini. “Podcast” merupakan lakuran katapod” — “playable on demand” (dimainkan atas permintaan), yang kelak digunakan Apple Computer (sekarang Apple) untuk merek pemutar-media-saku (portable media player) iPod — dan “broadcasting” (penyiaran). Nama ini dapat menyesatkan, karena siniar dapat digunakan tanpa iPod, atau bentuk pemutar-media-saku lain; isi-kandungannya dapat diperoleh dengan komputer yang dapat memainkan berkas media. Penggunaan istilah “podcast” mendahului adanya dukungan asal (native support) untuk layanan siniar bagi iPod, atau perangkat lunak Apple iTunes. Untuk menghindari keterkaitannya dengan istilah “iPod”, beberapa orang memakai istilah “netcast” sebagai pengganti “podcast“, seperti siniarwan (podcaster) TWiT.tv Leo Laporte. Singkata balik (backronym) telah diusulkan supaya “podcast” dapat diuraikan sebagai “personal on demand broadcast” (penyiaran atas permintaan pribadi).

LINK Podcast kelompok : http://b45k00ro.podomatic.com/entry/2013-01-11T06_55_46-08_00

 

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: